Demi bencana bencana yang terjadi di NKRI yang jelas terijin oleh Yang Maha Suci Seru Sekalian Alam ini. Demi bencana Lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo yang menyedihkan dan belum terhentikan. Demi gempa bumi dan stunami yang terjadi di Aceh, Cilacap, Pangandaran, dan beberapa tempat lainnya yang sungguh memilukan. Demi gempa bumi yang terjadi di Jogyakarta dan Padang Sumatra Selatan yang mengerikan. Demi pemanasan Global yang menggersangkan rasa kehidupan, dan demi bencana-bencana besar kecil seperti tanah longsor, tanggul-tanggul jebol, kebakaran, penggusuran-penggusuran (tragedi priok) dan sebagainya.
Demi Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Segalanya! Semua itu terjadi jelas atas IzinNya yang tidak lain adalah sebagai pemberi peringatan kepada seluruh manusia khususnya bagi Bangsa Indonesia. Ya...! peringatan! Peringatan Apa? Peringatan bahwasanya kita hidup di dunia adalah terbatas waktu dan kemampuan logikanya. Artinya, semua manusia harus sadar bahwa hidup dalam genggam kekuasaan Tuhan, yang yaris tidak bisa dilogikakan.
Dalam rangka menggapai keyakinan bahwa seluruh hidup itu dalam genggam kekuasaan TuhanYME yang sulit dilogikakan dari usia 11 tahun hingga sekarang berusia berusia 41 tahun, kecuali dalam posisi tertidur, hampir selalu penulis berupaya melaju ke arah itu, sebisa taraf yang diketahui sekarang, penulis baru bisa membedakan jalur garis sejati (Sukma + Tuhan YME), dan jalur Ghaib yang tidak sejati (Nafsu + Setan).
Demi jalan dan ajaran sukma saya yang selalu mengajak jalan di atas jalur petunjuk Tuhan. Demi jauhnya jalur nafsu setan! dengan nama Tuhan Yang Maha Esa Seru sekalian Alam Fitrahnya, melalui perantraan Sukma (ruh) Suci atau sejati saya dalam kandungan hingga sekarang, dan hanya akan meninggalkan pada saat yang telah ditentukan oleh yang menciptakan, melalui mengingat gentingnya keadaan bumi NKRI yang sedang banyak dirundung bencana, perkenankanlah saya menyampaikan sesuatu yang sangat vital yaitu mengenai akan ada turunnya kembali Wahyu Raja Nusantara, yang akan bisa sebagai penyebab Nusantara Menjadi Mercusuar Dunia.
Penyampaian hal ini adalah berdasarkan petunjuk dari Tuhan Seru Sekalian AlamNya, melalui bisikan Sukma Serasa penulis yang terjadi dalam kondisi suci dan sejati tanpa terkontaminasi. Kalau bukan demi perbaikan kondisi bumi yang sedang banyak dilanda bencana dan polusi, sesungguhnya teramat berat bagi penulis untuk menyampaikan hal ini. Mengapa? sebab dijaman serba logika seperti sekarang ini, penulis berkeyakinan akan lebih banyak yang mentidakkan daripada mengiyakan. Namun berdasarkan kepada kenyataan dan keyakinan yang bahwasanya belum ada senyatapun manusia Indonesia yang Do'anya dan atau senjatanya, dan atau tulisan-tulisannya, dan atau ceramah-ceramahnya telah terbukti mampu menghentikan berbagai bencana di Indonesia, maka melalui ini penulis bertekad dan bahkan merasa wajib untuk menyampaikannya. Adapun keyakinan penulis yang enggan dibantah dengan kata-kata dan memang tidak bisa dibantah dengan kata-kata ialah"Bahwa sesungguhnya hanya Sukma Serasa manusia yang sedang dalam kondisi suci dan sejati itulah yang bisa mendapat atau berhubungan dengan Illahi, demi mendapat petunjuk yang murni dari ILLAHI".
Di bawah ini adalah sari-sari kata mengenai akan turunya Wahyu Raja Nusantara yang diterima melalui bisikan Sukma penulis, dan secara umum telah disederhanakan bahasanya oleh penulis dengan harapan mudah dipahami bagi bangsa ini, terutama yang hendak berpartisipasi menggapai wahyu Raja Nusantara, yang jelas akan turun dan berguna dimasa mendatang, bisikan sukma tersebut ialah;
a. Sunya hening sepi trusta hangesti Gusti artinya, Sunyi hening sepi(Tapa-Brata Semedi) teruskanlah dalam mengheningkan cipta kepada yang Maha Suci.
b. Sebab apa sawetara dumadi alam reformasi artinya, sebab apa sementara alam reformasi
c. Sebab Gusti lagya nuwuhake alam saringan artinya, sebab Tuhan sedang mengadakan alam saringan
d. Alam saringan iku bakal kanggo mujudake janjine Gusti kang wis tinulis bakal mijilake Las Wiji ing tanah Jawi artinya, alam saringan itu akan berguna untuk mewujudkan janji Tuhan yang akan membentuk dan memunculkan sosok manusia pilihan Tuhan Seru Sekalian Alam di tanah Jawa (Nusantara).
e. Sapa satemene manungsa pilihane Gusti iku artinya, siapa sesungguhnya manusia pilihan Tuhan?
f. Yaiku manungsa kang bisa nggayuh lan nampa tumurune wahyu Tri Jaya Murti. Artinya, yaitu manusia yang bisa menempuh dan menerima turunya wahyu Tri Jaya Murti.
g. Dene satemene wahyu Tri Jaya Murti iku. Artinya, sedangkan sesungguhnya wahyu Tri Jaya Murti itu.
h. Yaiku tumurune Suci-Sucine Damar Sesangka, Uga bisa uga disebut Suci-Sucine Nur-Muhammad, Uga bisa disebut Suci-Sucine Ruh Kudus Kang bakal Nyawiji klawan salah sawijine titah putra Nuswantara. Artinya, yaitu turunnya Suci-Sucinya Inti Sari CahayaNya Dunia, atau bisa juga disebut intisari Cahaya Manusia, atau bisa juga disebut intisari cahaya pemimpin yang akan menyatu dengan salah satu manusia putra Nusantara.
i. Mula sinebut suci-sucine iku. Artinya, maka disebut suci-sucinya itu.
j. Sebab selawase sejarah manusia ing bumi iki, inti sari cahaya Sukma Ciptane Gusti iki durung tau dituruna. Artinya, sebab selama sejarah manusia di muka bumi ini, inti sari cahaya sukma manusia ciptaan Tuhan ini belum pernah diturunkan.
k. Mula klamon wus kawujud nitis marang sawijine manungsa, sapa kang kadunung klebu dadi panutane sukma-sukmane manungsa sajagad Raya. Artinya, maka bila sudah terwujud menyatu kepada satu manusia, siapa yang ketempatan termasuk jadi panutannya (Raja) Sukma-Sukmanya manusia sejagad Raya.
l. Ewodene pitukone iku, 160 juta. Artinya adapun tebusannya itu, 160 juta.
m. 160 juta iku dudu wujud arto. Artinya, 160 juta itu bukan berujud uang.
n. Nanging sabar jujur, tawakal jroneng 160 dina mung mangan sega jagung ing salah sawijine panepen Selokamaya. Artinya, tapi sabar jujur tawakal selama seratus enam puluh hari hanya makan nasi jagung di salah satu tempat penyepian (gunung srandil dekat laut) yang suci dan penuh kejernihan.
o. Lebih bejik klamon ajang godong jati. Artinya, lebih baik apabila berlambar daun jati.
p. Klamon ngombe apa wae iku kena. Artinya, apabila minum apa saja (yang layak) itu bisa.
q. Mangkono sapa temen mesti bakal tinemu mujudake nata mercuswaring bawana. Artinya, begitulah siapa yang sungguh-sungguh pasti akan dikabulkan Tuhan terwujudnya Raja Mercusuar dunia.
Begitulah kiranya sayembara menggapai wahyu Raja Nusantara.
Telah latah (biasa), namun kini penulis telah dan sedang merasa letih dalam melaksanakan kewajiban spiritual demi perbaikan moral bagi diri negeri ini. Bagaimana tidak! selama hampir 30 tahun penulis melakukan ritual kesana kemaridengan tanpa gaji demi negeri ini dan hingga kini seolah-olah belum terdengar serta terdukung sedikitpun oleh para penyelenggara Negeri.
Walau demikian, iman adalah iman, tekad penulis harus tetap berjalan yang walau tertatih tatih dan bahkan mungkin secara lahir akan tercela dan ditertawakan orang. Penulis yakin, suara hati penulis akan lebih didengar dan didukung oleh Tuhan. Semoga catatan sayembara ini akan terjejak oleh banyak pihak, walau hal ini kelihatannya mungkin kurang masuk akal bagi sebagian anak Nusantara, yang sudah terlanjur menganggap dirinya kaum intelektual.dan sudah enggan mengakui darah spritual Nusantara. Namun hal ini sungguhlah sangat masuk akal bila disesuaikan dengan sejarah kejayaan Nusantara di masa-masa lampau. Diantara kenyataan tersebut ialah: Raja Syaelendra sebelum menjadi raja bertapa dulu di sendang/pegunungan syaelendra. Raja Aerlangga sebelum menjadi raja juga bertapa dulu di sekitar gunung lawu, dan bahkan Raja Wijaya sebagai pendiri kerajaan Majapahit, sebelum menjadi raja juga bertapa di hutanTarik!, ini fakta!
Demi terlepasnya ganjalan hati penulis, melalui ini pula penulis hendak mengungkapkan kata kata yang sejujurnya berdampak ketersinggungan sesama. Bahwa sesungguhnya apabila kita mau jeli membaca tanda tanda alam dan situasi yang ada, sesungguhnya Nusantara ini sedang tidak butuh orang pintar, orang kaya, orang gagah, orang cantik, dan orang yang tertinggi pangkatnya sekalipun. Namun Nusantara saat ini sedang butuh manusia yang bisa menggapai wahyu Raja Nusantara. Sebab negeri ini sudah jelas-jelas sudah tidak bisa lagi diatasi dengan politik, klenik, barang antik, ceramah ceramah yang menarik dan sebagainya. Satu satunya jalan hanyalah dengan wahyu.
Siapa bilang wahyu itu telah tertutup, bagiku itu adalah pandangan impor yang keliru. Jayalah kembali Nusantara Ku dengan kekuatan wahyu Raja sejatimu.
Entri Populer
-
Demi bencana bencana yang terjadi di NKRI yang jelas terijin oleh Yang Maha Suci Seru Sekalian Alam ini. Demi bencana Lumpur Lapindo di Poro...
-
Sesungguhnya apabila kita hayati lebih lanjut Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika dalam Panji Sang Saka (merah putih) adalah merupakan syarat ...
-
Indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya, Indonesia sejak dulu kala, selalu di puja-puja bangsa, di sana tempat lahir beta, dibuai di...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tulisan ini apa dari Ki Dharma Kuncoro ya karena isinya seperti apa yang disampaikan di Channel Youtube - Kaum Hadi oleh Ki Dharma Kuncoro, terimakasih
BalasHapus